Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila


 Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja atau dikenal dengan P5 merupakan pembelajaran yang ditekankan pada pendidikan budi pekerti, pendidikan karakter bangsa, pendidikan berbasis budaya, untuk membangun "karakter" dengan enam ciri utama profil pelajar Pancasila. Peran guru, peserta didik dan lingkungan sekolah, terutama dunia kerja dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, adalah membuka ekosistem terbuka untuk menampung partisipasi seluas-luasnya.

Proyek ini merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu agar mampu mengamati dan memikirkan solusi atas permasalahan yang muncul di lingkungan sekitar. Selain itu, P5 muncul untuk menguatkan berbagai kompetensi peserta didik agar sesuai dengan profil pelajar Pancasila. Guru dari semua mapel bertugas menjadi fasilitator P5 untuk membangun kompetensi yang dimiliki oleh peserta didik. Melalui Pameran Budaya Kuliner Tradisional di SD Negeri 2 Dewantara untuk memperkenalkan kuliner lokal membantu menjaga dan melestarikan tradisi serta warisan budaya daerah. Ini penting untuk generasi muda agar mereka mengenal dan menghargai asal usul budaya mereka. Serta menjadi sarana untuk mengedukasi siswa tentang pentingnya makanan sehat dan bergizi yang berasal dari bahan-bahan lokal. Ini dapat meningkatkan kesadaran mereka terhadap pilihan makanan yang baik.

A.    Tujuan kegiatan

1.      Melibatkan siswa dalam pameran dapat mendorong mereka untuk berkreasi dalam memasak dan menyajikan makanan. Ini dapat meningkatkan keterampilan mereka dalam berbagai aspek, mulai dari memasak hingga presentasi.

2.      Memperkenalkan kuliner lokal membantu menjaga dan melestarikan tradisi serta warisan budaya daerah.

3.      Menjadi sarana untuk mengedukasi siswa tentang pentingnya makanan sehat dan bergizi yang berasal dari bahan-bahan lokal.

4.      Mendorong siswa untuk berkreasi dalam memasak dan menyajikan makanan. Ini dapat meningkatkan keterampilan mereka dalam berbagai aspek, mulai dari memasak hingga presentasi.

5.      Menjadi ajang untuk mempererat hubungan antar siswa, guru, dan orang tua. Kegiatan ini mendorong kerja sama dalam tim dan membangun rasa kebersamaan di komunitas sekolah.

B.     Manfaat Kegiatan

1.      Mendorong kita untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam mempromosikan dan memasyarakatkan kearifan lokal, baik melalui media digital maupun media tradisional.

2.      Meningkatkan rasa kebersamaan dan toleransi kita, serta memperkuat nilai-nilai persatuan dan kerukunan dalam keragaman melalui pemahaman dan penghargaan terhadap kearifan lokal.

Membantu kita untuk mempersiapkan diri sebagai warga yang berkontribusi dalam melestarikan kearifan lokal, dan mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin masa depan yang memperjuangkan keberlangsungan kearifan lokal sebagai bagian dari identitas bangsa.
 A.    Sekilas tentang kearifan lokal

a.       Pengertian kearifan local

·         Kearifan lokal merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari bahasa masyarakat itu sendiri.

b.      Ciri ciri kearifan local

·         ciri-ciri kearifan lokal yaitu:

1.      Mampu bertahan terhadap budaya luar

2.      Mampu mengakomodasi budaya luar

3.      Mampu mengintegrasikan budaya luar dengan budaya asli

4.      Mampu memberi arah pada perkembangan budaya

5.      Mampu mengendalikan

c.       Jenis jenis kearifan lokal

      Jenis- jenis kearifan lokal itu antara lain

1.      Kearifan Lokal Berwujud Nyata atau Tangible

Sesuai dengan namanya, kearifan lokal berwujud nyata adalah kearifan lokal yang bisa kita lihat dan sentuh wujudnya. Kearifan lokal dalam bentuk nyata atau tangible ini bisa dilihat dalam berbagai bentuk, baik itu dalam bentuk tekstual seperti tata cara, aturan, atau sistem nilai.

2.      Kearifan Lokal yang Tidak Berwujud atau Intangible

Kebalikan dari kearifan lokal berwujud yang nyata dan bisa dilihat serta dirasakan, kearifan lokal tidak berwujud atau intangible ini tidak bisa dilihat wujudnya secara nyata. Namun, walaupun tidak terlihat, kearifan lokal jenis ini bisa didengar karena disampaikan secara verbal dari orang tua ke anak, dan generasi selanjutnya.

d.      cara mempertahankan kearifan lokal

·         Mengenal dan mempelajari budaya daerah.

·         Menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah.

·         Napak tilas kebudayaan.

·         Tidak mudah terpengaruh oleh budaya asing.

·         Memanfaatkan teknologi yang ada untuk memperkenalkan budaya daerah ke ranah Internasional.

B.     Sekilas tentang suku Aceh

Suku Aceh adalah salah satu suku yang mendiami Provinsi Aceh di Indonesia. Mereka memiliki sejarah yang kaya dan budaya yang unik. Suku Aceh memiliki akar sejarah yang dalam, dengan pengaruh dari berbagai budaya, termasuk Melayu, India, dan Arab. Sejak lama, Aceh dikenal sebagai pusat perdagangan dan Islam di kawasan Asia Tenggara. Bahasa Aceh adalah bahasa utama yang digunakan oleh suku ini. Bahasa ini termasuk dalam kelompok bahasa Austronesia dan memiliki dialek yang berbeda di berbagai daerah. Budaya Aceh sangat kaya, dengan banyak tradisi lisan, musik, dan tarian. Salah satu yang paling terkenal adalah "Saman", sebuah tarian yang melibatkan banyak penari dan dipadukan dengan nyanyian. Mayoritas Suku Aceh adalah Muslim, dan agama Islam memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam praktik adat dan ritual. Suku Aceh dikenal dengan nilai-nilai kekeluargaan dan gotong royong. Mereka juga memiliki sistem sosial yang kuat, dengan peran penting keluarga dan komunitas. Suku Aceh memiliki seni yang beragam, termasuk kerajinan tangan, ukiran, dan tekstil. Kesenian ini sering kali memiliki makna simbolis dan spiritual.


C.    Ragam Makanan Tradisional Aceh

           1.     Keumamah

Keumamah adalah sebutan warga Aceh untuk ikan kayu, yaitu ikan tongkol yang dikeringkan sehingga bentuknya mirip dengan kayu.

2.     Kue Adee

Kue adee punya dua varian yaitu berbahan dasar singkong dan terigu, bahan dasar ini kemudian dicampur dengan gula, telur, dan air daun pandan. Adonan ini dipanggang dalam oven sehingga punya tekstur yang kering di luarnya.

3.    Kuah Pliek

Kuah pliek merupakan kuah sup khas Aceh berwarna kuning yang berasal dari bumbu pliek u. Bumbu ini dibuat dari hasil fermentasi parutan kelapa yang dijemur selama berhari-hari.

4.     Asam Keueng

Asam keueng atau asam pedas merupakan sebuah kuah berbumbu khas Aceh yang menggunakan belimbing wuluh sebagai bintang utamanya

5. Eungkot Paya

Masakan ini memiliki nama lengkap gule eungkot paya yang artinya gulai ikan payau, jenis ikan yang digunakan biasanya ikan gabus atau lele.

    6.     Kue Timphan

Kue ini berbahan dasar tepung ketan yang membuat kenyal, kemudian santan, air kapur sirih, dan pisang. Isian dari kue ini adalah kelapa parut dan gula merah, kemudian dibungkus dengan daun pisang.

    7.     Kue Bhoi

Kue bhoi adalah salah satu jajanan khas Aceh yang mudah untuk dibuat. Pada dasarnya kue ini adalah kue bolu, yang dicetak dan dipanggang menggunakan wadah dari kuningan. Sehingga hasil akhirnya bolu akan terasa garing namun lembut di dalamnya.

 





Comments

Popular posts from this blog

Upacara Bendera

Pelaksanaan ANBK Ujian Berbasis Komputer di SDN 2 Dewantara